Sarung tangan safety merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang digunakan untuk membantu melindungi tangan dari berbagai bahaya di tempat kerja. Bahaya tersebut dapat berupa benda tajam, gesekan, tusukan, panas, bahan kimia, hingga risiko tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan kelistrikan.
Namun, tidak semua sarung tangan memiliki fungsi perlindungan yang sama. Pemilihan sarung tangan harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kondisi lingkungan, durasi penggunaan, serta bahaya yang mungkin mengenai tangan. OSHA juga menekankan bahwa perlindungan tangan perlu dipilih berdasarkan karakteristik perlindungan sarung tangan terhadap pekerjaan dan bahaya yang telah diidentifikasi.
Karena itu, memahami jenis, fungsi, bahan, dan cara memilih sarung tangan safety penting agar perlindungan yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Apa Itu Sarung Tangan Safety?
Sarung tangan safety adalah sarung tangan yang dirancang untuk memberikan perlindungan pada tangan ketika pekerja menghadapi bahaya tertentu selama melakukan pekerjaan.
Berbeda dengan sarung tangan biasa, sarung tangan pelindung dapat dirancang dengan karakteristik tertentu, misalnya ketahanan terhadap sayatan, abrasi, panas, bahan kimia, atau benturan.
Dalam praktiknya, satu jenis sarung tangan tidak dapat melindungi dari seluruh jenis bahaya. Bahkan material seperti kulit, neoprene, dan latex tidak secara otomatis memberikan perlindungan terhadap semua risiko. Oleh karena itu, pemilihan harus dilakukan berdasarkan bahaya spesifik yang ada di tempat kerja.
Fungsi Sarung Tangan Safety
Fungsi utama sarung tangan safety adalah membantu mengurangi risiko cedera atau paparan pada tangan selama bekerja.
Beberapa fungsi perlindungan yang umum meliputi:
1. Melindungi dari Sayatan dan Benda Tajam
Pekerjaan yang melibatkan pisau, lembaran logam, kaca, atau material dengan sisi tajam dapat meningkatkan risiko luka pada tangan.
Untuk kondisi tersebut, dapat digunakan cut resistant gloves yang dirancang untuk memberikan ketahanan terhadap risiko sayatan sesuai tingkat perlindungan yang dimiliki produk.
2. Melindungi dari Abrasi dan Gesekan
Aktivitas seperti handling material, pekerjaan konstruksi, manufaktur, dan maintenance dapat menyebabkan gesekan berulang pada tangan.
Sarung tangan dengan karakteristik ketahanan abrasi dapat membantu mengurangi dampak gesekan terhadap kulit tangan.
3. Membantu Melindungi dari Tusukan
Paku, kawat, serpihan material, dan benda runcing lainnya dapat menyebabkan luka tusuk.
Untuk pekerjaan dengan risiko tersebut, diperlukan sarung tangan yang memiliki karakteristik perlindungan terhadap puncture sesuai spesifikasi produk.
4. Melindungi dari Panas
Pekerjaan dengan sumber panas dapat menyebabkan luka bakar pada tangan. Contohnya adalah pekerjaan tertentu dalam proses pengelasan, pengecoran, pengolahan logam, atau handling material panas.
Dalam kondisi tersebut, gunakan sarung tangan yang memang dirancang untuk memberikan perlindungan termal sesuai temperatur dan aplikasi pekerjaan.
5. Membantu Mengurangi Risiko Kontak dengan Bahan Kimia
Beberapa pekerjaan melibatkan cairan atau bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi, luka bakar kimia, atau terserap melalui kulit.
Sarung tangan chemical resistant dapat digunakan untuk aplikasi tertentu. Namun, pemilihannya tidak boleh hanya berdasarkan nama material seperti nitrile, latex, PVC, atau neoprene. Ketahanan terhadap bahan kimia perlu diperiksa berdasarkan jenis bahan kimia dan data dari produsen. OSHA juga mengingatkan bahwa material sarung tangan yang umum hanya memberikan perlindungan terbatas terhadap banyak bahan kimia.
6. Perlindungan terhadap Benturan
Pada pekerjaan tertentu, tangan dapat terpapar benturan dari peralatan atau material. Impact gloves dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap benturan pada area tertentu, sesuai desain dan spesifikasi produknya.
7. Membantu Mengurangi Kontak dengan Kontaminan
Disposable gloves dapat digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan penghalang antara tangan dan kontaminan tertentu. Penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan karakteristik material sarung tangan.
Jenis-Jenis Sarung Tangan Safety
Sarung tangan safety tersedia dalam berbagai jenis. Perbedaannya terutama terletak pada karakteristik perlindungan dan aplikasi yang dituju.
1. Cut Resistant Gloves
Sarung tangan tahan potong digunakan untuk pekerjaan yang memiliki risiko kontak dengan benda tajam.
Contohnya antara lain pekerjaan fabrikasi logam, manufaktur, handling kaca, dan pekerjaan lain yang membutuhkan perlindungan terhadap sayatan.
2. Heat Resistant Gloves
Sarung tangan tahan panas digunakan ketika tangan berpotensi terkena temperatur tinggi.
Jenis ini dapat digunakan pada pekerjaan tertentu seperti pengelasan, pekerjaan dengan logam panas, atau proses industri yang melibatkan panas. Tingkat perlindungannya harus disesuaikan dengan kondisi pekerjaan.
Untuk pekerjaan pengelasan, Anda juga dapat melihat sarung tangan las yang dirancang untuk kebutuhan tersebut.
3. Chemical Resistant Gloves
Jenis ini digunakan untuk pekerjaan yang melibatkan bahan kimia. Pemilihannya harus berdasarkan jenis bahan kimia, konsentrasi, temperatur, durasi kontak, dan data ketahanan material.
Jangan menganggap semua sarung tangan berbahan karet atau plastik sebagai sarung tangan tahan terhadap semua bahan kimia.
4. Leather Gloves
Sarung tangan kulit banyak digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap abrasi dan handling material tertentu.
Jenis pekerjaan dan spesifikasi sarung tangan tetap harus diperhatikan karena tidak semua sarung tangan kulit memiliki karakteristik perlindungan yang sama.
5. Impact Gloves
Impact gloves memiliki konstruksi atau pelindung tambahan pada bagian tertentu untuk membantu mengurangi dampak benturan.
Jenis ini umum dipertimbangkan untuk pekerjaan industri, maintenance, konstruksi, dan aktivitas yang memiliki risiko benturan pada tangan.
6. Disposable Gloves
Disposable gloves merupakan sarung tangan sekali pakai yang digunakan untuk kebutuhan tertentu, terutama ketika diperlukan penghalang antara tangan dan material atau kontaminan.
Jenis materialnya dapat berbeda, sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan pekerjaan dan potensi paparan.
7. Electrical Insulating Gloves
Sarung tangan pelindung listrik merupakan kategori khusus yang digunakan untuk pekerjaan dengan bahaya kelistrikan sesuai persyaratan dan spesifikasi yang berlaku.
Sarung tangan karet biasa tidak boleh dianggap sebagai pengganti sarung tangan isolasi listrik. Peralatan pelindung listrik harus dipilih berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan spesifikasi produk yang sesuai. OSHA secara khusus memasukkan electrical protective equipment, termasuk insulating gloves, dalam perlindungan terhadap bahaya listrik.
Bahan yang Digunakan pada Sarung Tangan Safety
Sarung tangan pelindung dapat dibuat dari berbagai material. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain:
- Kulit: banyak digunakan untuk pekerjaan handling dan aplikasi mekanis tertentu.
- Nitrile: sering digunakan pada sarung tangan untuk kebutuhan grip, handling, dan aplikasi tertentu yang membutuhkan ketahanan terhadap berbagai zat.
- Latex: digunakan pada berbagai jenis sarung tangan, terutama aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas dan sensitivitas tangan.
- PVC: digunakan pada berbagai sarung tangan untuk aplikasi tertentu, termasuk pekerjaan yang membutuhkan perlindungan terhadap kondisi basah atau bahan tertentu.
- Neoprene: digunakan pada sarung tangan dengan aplikasi tertentu, termasuk beberapa kebutuhan perlindungan terhadap bahan kimia.
- Polyurethane (PU): sering digunakan sebagai coating pada sarung tangan kerja untuk meningkatkan grip dan karakteristik handling.
- Serat tahan potong: digunakan pada sarung tangan yang dirancang untuk memberikan ketahanan terhadap risiko sayatan.
- Metal mesh: dapat digunakan pada aplikasi khusus yang membutuhkan perlindungan terhadap benda tajam.
Yang perlu diperhatikan, bahan tidak menentukan fungsi perlindungan secara otomatis. Desain sarung tangan, ketebalan, coating, konstruksi, standar pengujian, serta spesifikasi produsen juga berpengaruh.
ISO 21420:2020 menetapkan persyaratan umum dan metode pengujian untuk sarung tangan pelindung, termasuk aspek desain, konstruksi, kenyamanan, efisiensi, marking, dan informasi dari produsen. Namun, standar tersebut bukan standar untuk menentukan seluruh karakteristik perlindungan spesifik; standar khusus yang relevan dengan bahaya tertentu tetap diperlukan.
Cara Memilih Sarung Tangan Safety yang Tepat
Pemilihan sarung tangan sebaiknya tidak dimulai dari pertanyaan “sarung tangan yang bagus apa?”, tetapi dari pertanyaan “bahaya apa yang akan dihadapi tangan?”
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Identifikasi Bahaya di Tempat Kerja
Tentukan terlebih dahulu apakah pekerjaan memiliki risiko:
- Sayatan
- Abrasi
- Tusukan
- Benturan
- Panas
- Dingin
- Bahan kimia
- Kontaminasi
- Kelistrikan
- Atau kombinasi beberapa bahaya
Identifikasi bahaya menjadi dasar dalam menentukan jenis perlindungan yang dibutuhkan.
2. Tentukan Jenis Perlindungan yang Dibutuhkan
Setelah bahaya diketahui, pilih sarung tangan yang memiliki karakteristik perlindungan sesuai dengan risiko tersebut.
Contohnya:
| Bahaya | Jenis sarung tangan yang dapat dipertimbangkan |
| Benda tajam | Cut resistant gloves |
| Abrasi | Leather/coated work gloves sesuai aplikasi |
| Tusukan | Sarung tangan dengan perlindungan puncture |
| Panas | Heat resistant gloves |
| Bahan kimia | Chemical resistant gloves sesuai bahan kimia |
| Benturan | Impact gloves |
| Kontaminasi | Disposable gloves sesuai kebutuhan |
| Kelistrikan | Electrical insulating gloves sesuai persyaratan |
Tabel tersebut merupakan panduan umum. Pemilihan akhir tetap harus mengacu pada karakteristik produk dan bahaya spesifik di tempat kerja.
3. Periksa Data dan Spesifikasi Produsen
Untuk sarung tangan dengan perlindungan khusus, periksa informasi produk seperti standar pengujian, tingkat performa, jenis bahan, batas penggunaan, serta rekomendasi aplikasi.
Untuk perlindungan terhadap bahan kimia, misalnya, jenis bahan kimia dan waktu paparan sangat penting. OSHA merekomendasikan penggunaan data produsen untuk menentukan karakteristik perlindungan yang sesuai.
4. Pilih Ukuran yang Sesuai
Sarung tangan harus memiliki ukuran yang sesuai dengan tangan pengguna.
Sarung tangan yang terlalu longgar dapat mengganggu grip dan pekerjaan, sedangkan sarung tangan yang terlalu ketat dapat mengurangi kenyamanan serta membatasi pergerakan jari.
5. Perhatikan Kenyamanan dan Keluwesan
Perlindungan bukan satu-satunya faktor. Pekerja juga perlu dapat melakukan pekerjaan dengan baik menggunakan sarung tangan tersebut.
ISO 21420 memasukkan aspek kenyamanan dan efisiensi sebagai bagian dari persyaratan umum sarung tangan pelindung.
6. Pertimbangkan Durasi dan Kondisi Penggunaan
Jenis sarung tangan yang digunakan untuk pekerjaan beberapa menit belum tentu cocok untuk penggunaan berjam-jam.
Durasi penggunaan, frekuensi paparan, kondisi lingkungan, serta tekanan mekanis pada sarung tangan perlu dipertimbangkan ketika memilih perlindungan tangan.
Cara Memeriksa dan Merawat Sarung Tangan Safety
Sebelum digunakan, lakukan pemeriksaan sederhana untuk memastikan sarung tangan masih dalam kondisi layak.
Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:
- Pastikan tidak terdapat sobekan atau lubang.
- Periksa bagian jahitan dan sambungan.
- Pastikan coating tidak terkelupas atau rusak jika perlindungan bergantung pada coating.
- Periksa perubahan bentuk atau material.
- Pastikan sarung tangan tidak terkontaminasi oleh bahan yang dapat membahayakan pengguna.
- Bersihkan dan simpan sesuai petunjuk produsen.
- Ganti sarung tangan apabila kondisinya sudah tidak dapat memberikan perlindungan sebagaimana mestinya.
Untuk sarung tangan yang digunakan dalam pekerjaan dengan bahan kimia atau kontaminan tertentu, prosedur pelepasan juga perlu diperhatikan agar kontaminan tidak berpindah ke kulit. OSHA menekankan pentingnya kemampuan melepas sarung tangan dengan cara yang mencegah kontaminasi pada kulit.
Kapan Sarung Tangan Safety Harus Diganti?
Sarung tangan perlu diganti ketika kondisinya sudah tidak mendukung fungsi perlindungan yang diperlukan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sarung tangan robek atau berlubang.
- Material sudah aus atau menipis.
- Coating rusak.
- Bentuk sarung tangan berubah.
- Sarung tangan telah terkontaminasi dan tidak dapat dibersihkan sesuai ketentuan.
- Sarung tangan tidak lagi memberikan grip atau kenyamanan yang dibutuhkan.
- Masa penggunaan atau rekomendasi penggantian dari produsen telah tercapai.
Untuk sarung tangan dengan fungsi perlindungan khusus, jangan hanya menilai kondisi berdasarkan penampilan. Karakteristik perlindungannya juga perlu dipertimbangkan.
Pilih Sarung Tangan Safety Sesuai Risiko Pekerjaan
Sarung tangan safety bukan sekadar perlengkapan kerja yang digunakan agar tangan terasa lebih aman. Jenis perlindungannya harus disesuaikan dengan bahaya yang dihadapi.
Pekerjaan dengan benda tajam membutuhkan pertimbangan berbeda dengan pekerjaan yang melibatkan panas, bahan kimia, benturan, atau kelistrikan. Karena itu, pemilihan sarung tangan sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil identifikasi bahaya, karakteristik pekerjaan, durasi penggunaan, serta informasi teknis dari produsen. Pendekatan ini sejalan dengan panduan OSHA dan ISO mengenai pemilihan perlindungan tangan.
Jika Anda membutuhkan berbagai pilihan sarung tangan safety untuk kebutuhan industri, konstruksi, maintenance, maupun pekerjaan lainnya, Rian Jaya Safety menyediakan berbagai perlengkapan pelindung tangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Baca Juga:

