Keselamatan kerja di laboratorium atau safety lab merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga kesehatan, keamanan para pekerja, serta menjaga integritas eksperimen ilmiah. Guna memastikan lingkungan laboratorium aman, terdapat berbagai simbol dan tanda yang digunakan untuk memberi peringatan dan panduan kepada semua orang yang berada di dalam laboratorium.
20 Simbol Keselamatan Kerja di Laboratorium
Berikut ini adalah 20 simbol keselamatan kerja di laboratorium yang penting untuk Anda ketahui.
1. Bahan Berbahaya (Harmful)

Simbol keselamatan kerja ini berupa tanda silang berwarna hitam, yang diberi kode Xn, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut berpotensi membahayakan atau bersifat berbahaya. Bahan yang memiliki kode Xn mengandung risiko bagi kesehatan tubuh bila terhirup, tertelan, atau bersentuhan dengan kulit.
2. Mudah Terbakar (Flammable)
![]()
Simbol ini menggambarkan suatu bahan yang mudah terbakar. Simbol ini ditandai oleh gambar api yang membara dalam kombinasi warna hitam dan putih. Simbol tersebut mencerminkan beberapa sifat khas dari suatu zat kimia, di antaranya:
- – Mampu terbakar saat terpapar udara pada suhu ruangan.
- – Zat padat yang rentan terbakar ketika terpapar dengan sumber api terbuka.
- – Gas yang mudah terbakar pada kondisi suhu dan tekanan standar.
- – Menghasilkan gas yang sangat mudah terbakar jika bercampur atau bersentuhan dengan air atau udara yang lembab.
- – Zat padat atau cairan dengan titik nyala di bawah 0 derajat Celsius dan titik didih yang sama atau lebih rendah dari 35 derajat Celsius.
- – Zat padat atau cairan dengan titik nyala berkisar antara 0 derajat Celsius hingga 21 derajat Celsius.
3. Bahan yang menyebabkan iritasi (Irritating)

Simbol keselamatan kerja ini berupa tanda silang berwarna hitam memiliki dua kode, yaitu Kode Xi dan Kode Xn. Kode Xi mengindikasikan sifat bahan yang dapat menyebabkan iritasi dan risiko keracunan. Bahan kimia ini umumnya memiliki aroma yang tajam dan pungent, meskipun tidak bersifat korosif, namun dapat memicu peradangan atau inflamasi jika terjadi kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir.
Saat mengoperasikan bahan kimia ini di dalam laboratorium, sangat penting untuk menghindari kontak langsung dengan kulit, menghirup, atau menelannya. Beberapa contoh bahan kimia yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah kloroform, amonia, dan sejenisnya.
4. Pengoksidasi (Oxidizing)

Simbol safety lab ini mencerminkan suatu zat yang mampu menghasilkan sejumlah besar panas atau mengakibatkan terjadinya api saat berinteraksi dengan bahan kimia lainnya, terutama bahan yang mudah terbakar meskipun dalam lingkungan bebas udara.
Simbol pengoksidasi ini menampilkan dasar berwarna putih dengan tepian berwarna merah yang tebal. Selain itu, simbol ini menggambarkan sebuah bola api berwarna hitam yang sedang terbakar.
5. Bahan beracun (Toxic)

Simbol bahan beracun dapat dilihat dengan adanya gambar silang dan gambar tengkorak manusia. Simbol ini menggambarkan zat kimia yang memiliki ciri-ciri berikut:
Kemampuan meracuni manusia yang dapat mengakibatkan keracunan atau penyakit serius jika masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, kulit, atau mulut. Penilaian tingkat racun ini bergantung pada hasil uji LD 50 (sangat beracun, beracun, dan sangat beracun). Karakteristik berbahaya dari toksisitas akut.
Baca juga: Apa Saja Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium Sesuai Aturan?
6. Zat yang sangat beracun (Highly Toxic)

Zat kimia yang ditandai dengan simbol “T+” memiliki karakteristik yang sangat berbahaya. Zat ini bisa memasuki tubuh melalui pernapasan, makanan, atau kontak dengan kulit. Apabila terpapar dalam jumlah tertentu, bahan ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang bahkan hingga berakibat fatal.
7. Korosif (Corrosive)

Jika Anda melihat simbol keselamatan kerja yang menampilkan gambar tetesan cairan yang menetes ke tangan dan besi, itu menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut memiliki sifat yang bersifat korosif. Dengan kata lain, selain dapat menyebabkan korosi pada besi, bahan kimia tersebut dapat mengakibatkan cedera bila terjadi kontak dengan tangan tanpa adanya perlindungan.
Umumnya, simbol ini digunakan untuk bahan kimia yang mengandung asam dan basa yang sangat kuat. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa Anda tidak mengenakan bahan kimia ini pada kulit atau tangan Anda tanpa menggunakan perlindungan yang sesuai karena hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan hidup.
8. Bahan mudah meledak (Explosive)

Pernahkah Anda menyaksikan rekaman kejadian ledakan di dalam laboratorium? Kejadian tersebut dapat terjadi ketika seseorang tidak menggunakan suatu zat atau bahan dengan benar, seperti mencampurkan sejumlah besar kalium logam dengan air.
Bahan kimia yang memiliki potensi ledakan biasanya diberi tanda dengan gambar ledakan. Cara yang tepat untuk mengelola bahan kimia ini adalah dengan menyimpannya dalam keadaan yang lembab dan menjauhkannya dari sumber panas atau api.
9. Gas Bertekanan (Pressure gas)

Gas bertekanan adalah gas yang memiliki tekanan tinggi. Simbol untuk mengidentifikasi gas bertekanan adalah gambar sebuah silinder gas berwarna hitam. Tanda ini digunakan untuk menginformasikan bahwa sebuah zat kimia mengandung gas bertekanan tinggi, seperti amonia atau nitrogen dalam bentuk cair.
10. Bahan yang berpotensi merugikan lingkungan

Gambar berbentuk pohon dan ikon lingkungan mencerminkan bahan yang memiliki potensi mengakibatkan kerusakan terhadap ekosistem. Zat kimia ini memiliki kapabilitas untuk menghancurkan lapisan ozon (contohnya, CFC = Chlorofluorocarbon), bertahan lama dalam lingkungan (seperti PCBs = Polychlorinated Biphenyls), serta dapat menyebabkan kematian pada ikan dan organisme akuatik lainnya.
Baca juga: 6 Alat Pelindung Diri Yang Utama, Jenis dan Kegunaannya
11. Radioaktif (Radioactive)
Simbol radioaktif ditandai dengan gambar kipas berwarna hitam atau ungu pada latar kuning. Tanda ini menunjukkan adanya bahan radioaktif yang dapat memancarkan radiasi berbahaya bagi tubuh manusia.
Paparan radiasi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan sel, gangguan kesehatan serius, bahkan kanker. Oleh karena itu, area dengan simbol ini hanya boleh diakses oleh personel yang memiliki pelatihan khusus dan menggunakan alat pelindung yang sesuai.
12. Bahaya Biologis (Biohazard)
Simbol biohazard digunakan untuk menandai bahan biologis berbahaya seperti virus, bakteri, limbah medis, atau sampel yang berpotensi menularkan penyakit.
Simbol ini sangat umum ditemukan di laboratorium kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas penelitian mikrobiologi. Penanganan bahan biohazard harus dilakukan dengan prosedur sterilisasi dan perlindungan yang ketat.
13. Bahaya Radiasi Laser (Laser Hazard)
Simbol ini menunjukkan adanya penggunaan sinar laser berintensitas tinggi yang dapat membahayakan mata maupun kulit.
Paparan langsung terhadap sinar laser dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan. Karena itu, pengguna laboratorium biasanya diwajibkan memakai kacamata pelindung khusus saat bekerja dengan perangkat laser.
14. Wajib Menggunakan Kacamata Pelindung
Simbol ini berupa gambar seseorang menggunakan safety goggles atau kacamata pelindung.
Tanda ini mengingatkan seluruh pekerja laboratorium agar melindungi mata dari risiko percikan bahan kimia, serpihan kaca, debu, maupun paparan zat berbahaya lainnya selama bekerja.
15. Wajib Menggunakan Sarung Tangan
Simbol sarung tangan menunjukkan bahwa pekerja wajib menggunakan glove atau sarung tangan pelindung saat menangani bahan tertentu.
Penggunaan sarung tangan membantu mencegah kontak langsung dengan zat kimia berbahaya, bahan korosif, maupun material biologis yang dapat membahayakan kulit.
Baca juga: 10 Alat Pemadam Kebakaran Wajib untuk Tempat Kerja
16. Wajib Menggunakan Masker atau Respirator
Simbol ini menunjukkan area atau aktivitas laboratorium yang mengharuskan penggunaan masker atau respirator.
Tujuannya adalah untuk melindungi sistem pernapasan dari paparan gas beracun, uap kimia, partikel debu, maupun mikroorganisme berbahaya yang dapat terhirup.
17. Bahaya Tegangan Tinggi (High Voltage)
Simbol tegangan tinggi biasanya berupa gambar petir berwarna hitam atau kuning yang menunjukkan adanya risiko sengatan listrik.
Tanda ini umum ditemukan pada alat laboratorium elektronik atau panel listrik. Kontak langsung dengan area bertegangan tinggi dapat menyebabkan cedera serius hingga kematian.
18. Permukaan Panas (Hot Surface)
Simbol ini digunakan untuk menandai alat atau permukaan yang memiliki suhu tinggi, seperti hot plate, oven laboratorium, atau alat pemanas lainnya.
Tujuan simbol ini adalah untuk mencegah luka bakar akibat kontak langsung dengan permukaan panas selama proses eksperimen berlangsung.
19. Dilarang Makan dan Minum di Laboratorium
Simbol ini biasanya berupa gambar makanan atau minuman yang dicoret.
Larangan ini bertujuan mencegah kontaminasi bahan kimia atau zat berbahaya masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi di area laboratorium.
20. Jalur Evakuasi dan Pintu Darurat
Simbol jalur evakuasi menunjukkan arah keluar darurat yang harus digunakan saat terjadi kecelakaan, kebakaran, atau keadaan darurat lainnya.
Memahami lokasi jalur evakuasi sangat penting untuk membantu seluruh pekerja laboratorium menyelamatkan diri dengan cepat dan aman ketika terjadi situasi berbahaya.
Baca juga: Simbol Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Pengertian, Jenis, dan 20 Contoh Simbol K3
Itu dia beberapa simbol keselamatan kerja di laboratorium yang mungkin saja belum Anda ketahui. Mengetahui dan memahami simbol-simbol keselamatan kerja di atas sangatlah penting agar para pekerja laboratorium dapat bekerja dengan aman dan menghindari potensi terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan mereka dan orang lain di sekitar mereka.










