Jenis – jenis masker

Jenis – jenis masker

Jenis – jenis masker

Beberapa wilayah di Indonesia memiliki daerah yang rawan terhadap asap dan polusi udara. Kasus kebakaran hutan yang menimpa Kalimantan dan Sumatera pada kuartal akhir tahun 2015 yang lalu misalnya bisa berdampak sangat buruk pada kesehatan masyarakat. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, asap yang merusak kesehatan lebih banyak diakibatkan oleh polusi kendaraan bermotor. Demi mencegah penyakit seperti TBC dan kanker paru-paru harus ada tindakan preventif yang kita lakukan.

Salah satunya adalah dengan menggunakan masker sewaktu bepergian ke luar rumah menggunakan kendaraan bermotor terutama sepeda motor. Bagi beberapa kalangan masyarakat yang belum terlalu mengetahui adanya beberapa jenis masker yang memiliki fungsi yang berbeda-beda bisa membaca daftar di bawah ini untuk mendapatkan pemahaman baru mengenai penggunaan jenis-jenis masker.

  1. Masker N95

masker-n95Masker ini walaupun bentuknya sederhana memiliki tingkat sterilisasi udara yang sangat tinggi. Terbukti dari penelitian yang dilakukan masker N95 mampu menyaring partikel-partikel udara sampai 95%. Masker ini memiliki bentuk setengah bulat dan biasanya berwarna putih. Cara pemakaian masker N95 harus benar-benar rapat sehingga tidak ada celah bagi udara luar untuk masuk.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika orang yang menggunakan masker N95 harus bersiap kegerahan. Namun jika ditinjau dari sisi daya tahan, masker N95 memiliki durability yang sangat tinggi. Masker ini biasanya dipakai ketika terjadi polusi udara yang sangat parah. Misalnya yang paling dekat contohnya ialah ketika terjadinya polusi kabut asap tebal di kawasan Kalimantan, Sumatera, Malaysia dan Singapura.

  1. Masker SCBA

masker-scba-2Masker SCBA adalah masker darurat. Masker ini biasanya hanya digunakan dalam kejadian-kejadian yang sangat genting seperti untuk memadamkan kebakaran. Masker ini memang rata-rata hanya dipergunakan regu pemadam kebakaran saja saat bertugas. Masker ini tidak hanya melindungi sistem pernapasan si penggunanya namun juga membantu penggunanya untuk melihat keadaan sekeliling dalam kondisi asap tebal.

Masker CBA biasanya terkoneksi dengan tabung oksigen pada saat penggunaannya supaya si pengguna tetap mendapatkan suplai oksigen bersih. Masker ini menutup seluruh bagian wajah atau kepala si penggunanya.

  1. Masker Saku CPR

masker-saku-cprMasker ini memiliki bentuk yang khas yaitu seperti bentuk hati manusia. Di bagian tengahnya terdapat lubang yang digunakan sebagai tempat untuk menyalurkan oksigen kepada orang yang mengalami keadaan genting.

Untuk jenis masker saku CPR adalah singkatan dari Cardio Pulmanory Resuscitation yang berarti masker ini digunakan untuk memberikan bantuan napas kepada seseorang. Masker Saku CPR biasanya digunakan untuk kejadian-kejadian genting seperti tenggelamnya seseorang atau bagi orang yang terkena serangan jantung. Bagi anda yang bekerja di regu penyelamat pantai atau petugas pemadam kebakaran, masker ini adalah salah satu peralatan yang harus anda miliki.

  1. Particulate Respirator

particulate-respiratorBentuknya sangat mirip dengan masker N95. Sama-sama berwarna putih. Namun particulate respirator memiliki fungsi sebagai penyaring Aerosol. Filter yang dimiliki masker ini terdapat di bagian tengah masker. Bentuknya ada yang persegi dan ada yang bulat. Keberhasilan penyaringan yang dilakukan oleh filter ini sangat tergantung dari kerapatan serat filternya. Filter ini bekerja dengan menangkap Aerosol dari udara yang melewati respirator hingga menjadi bersih.

Muatan listrik sengaja diberikan pada bahan fiber untuk mampu menyaring partikel yang berukuran lebih kecil. Hal ini dikarenakan partikel dengan ukuran 0.1-1.0mikron memiliki tingkat penetrasi yang tinggi bahkan hingga mampu menembus pori-pori pakaian yang hanya berukuran mikron. Tak heran walaupun anda sudah memakai pakaian badan anda masih terasa seperti terkena debu dan gatal.

  1. Masker Bedah

masker-bedahJenis masker ini adalah masker yang paling banyak ditemukan. Anda bisa menemukannya bahkan di gerbong kereta api dan pinggir jalan raya karena banyak pedagang yang menjualnya disana. Kalau dilihat dari tingkat sterilitas, masker ini sebenarnya hanya aman untuk penggunaan 1-2 kali pakai saja.

Jika sudah lebih dari itu masker ini sebaiknya dibuang karena mudah sekali kotor. Masker bedah pada awalnya ditemukan oleh Peter Berger pada tahun 1897 di Paris. Pada awalnya masker ini dibuat dengan tujuan mencegah cairan yang keluar dari mulut entah itu karena bersin atau batuk.